“Permainan T-ara” mengejutkan dan menyebar dengan cepat.

Pada tanggal 16 Agustus, di sebuah komunitas online, sebuah artikel dibuat dengan judul ”Anak-anak memainkan ‘Permainan T-ara’ dan meniru perilaku bullying mereka.

Penulis, yang mengaku sebagai mahasiswa normal berusia 24 tahun, mengatakan “Keponakanku dan teman sebayanya meniru skandal bullying T-ara dan membuat permainan dari itu.” Dan menjelaskan bagaimana akhirnya ia menulis artikel tersebut.

Ia mengatakan, “Aku pergi ke rumah kakak perempuanku untuk nongkrong, namun keponakanku, yang merupakan murid kelas 4 SD, bercakap-cakap melalui Kakao talk tanpa henti. Aku penasaran jadi aku melihat ponselnya dan aku sangat sangat terkejut.

Chatting room Kakao talk keponakannya bilang “Sekarang karena kamu adalah ‘yang terasingkan’, kau harus melakukan apapun yang kami suruh.” “Woy! Kau gila? Kau tak mau menjawab? Mau mati?”, “Kau bawakan tas-ku besok” dan banyak lagi.

Penulis artikel yang terkejut ini bertanya pada keponakannya apa yang sedang ia lakukan dan keponakan menjawab, “Kami memainkan permainan T-ara. Sekarang (nama temannya) adalah ‘yang terasingkan’.

Penulis kemudian bertanya apa itu permainan T-ara dan keponakannya menjawab, “Kau memilih satu orang dan membuat dia menjadi yang terasingkan seperti yang dilakukan T-ara.”

Kemudian ia bertanya lagi “Siapa yang mengajarimu jenis permainan ini” dan keponakan menjawab, “T-ara mengintimidasi Hwayoung, kau tahu.”

Orang-orang yang melihat artikel ini menjawab seperti: “Bagi anak-anak, tak ada apapun selain idolaBenar-benar kasihan,” “Aku tak bisa percaya ini,” “Mengerikan bahwa permainan ‘yang terasingkan’ telah dibuat,” dan berbagai reaksi lainnya.

Iklan